Kutipan:
Dikirim oleh miftah arief
Emmm... sepertinya pacaran islami itu seperti ini ya:
Datang ke rumah pacar mengucapkan assalamualaikum... sebelum pacaran mengucapkan basmalah... Kemudian lepas kendali, dan ditutup dengan Astaghfirullah...???
Setelah semuanya terjadi? [ini tidak lain kan layaknya usaha mencampurkan air dengan minyak]
Weleh akhi mah suka adow adow ajow.
Dulu semasa Pak Haji sebagai simbolis moral masyarakat.
Katanya pernah juga difitnah dalam kisah intelejen seperti itu.
Seorang makelar tanah ingin sekali melibas 2 hektar tanah pak haji dibilangan Anu.
Tapi pak haji gak mau jual malahan bersikukuh mo bikin pondok pesantren.
Gila apah? Pondok pesantren ditengah kawasan gemerlap dollar sentra bisnis?
Disogok pake duit jelas ogah, disodori kembang desa bininya dah empat, diajak plesiran emoh.
Lalu triumph-pirate berunding siang malem cari upaya jitu. Lalu terciptalah jebakan syahwati yang direkam video buat bikin pak haji malu.
Dua telembuk bahenol nerkom telah dipersiapkan disebuah hotel berbintang tujuh.
Diam diam 7 surveilence kamera telah diposisikan lengkap dengan perekamnya.
Setelah diajak makan eskrim di cafe, pak haji lalu dijebloskan ke suite lalu dikunci.
Alhasil pak haji betah sampe dua hari semalem berseronok ria.
Tapi segala upaya intelejensi gagal total karena selama pak haji in eksyen pak haji gak pernah buka gamis. Sedangkan sorbannya aja gak pernah lepas dari kepalanya.
Lagian klo urusan begituan mah tentunya pak haji lebih liehay dong. Nah bininya aja 4.
Kapan giliran kilir manapula sempat pak haji gogoleran kawas bayi baru crot sech.
Dan para syaithan yang nyata pun pada menangis takut dipecat sama bigboz.
Kok bisa yach? Ya bisa dong kapan pak haji mana pernah make celana dalem.
Wednesday, September 14, 2005
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment