Kutipan:
Dikirim oleh miftah arief
Dalam pacaran pra-nikah yang "islami" itu...
1. Gimana sih caranya biar ga sampai taqrobu zina?
2. Gimana caranya biar bisa selalu menjaga hati?
Selamat jumpa lagi ya akhi.
Akhi benar sekali, hanya Rasulullah SAW saja yang bijak mengendalikan nafsu.
Apalagi nafsu syahwati yang gampang sekali ngagedur gak boleh kesenggol acan2.
Alhamdulillah, ana baru 18 Aa baru 20 kayaknya kok gak susah2 amat mengendalikan.
Pertama, barangkali dengan kiat jangan jadi maling atas apapun yang belum haq milik.
Kedua, warung, rumah, jalanan, bus, kampus, kantin, kelas gak memungkinkan kami untuk
berkhalwat. Disekeliling kami selalu ada mahluk lain yang saling butuh kehadiran.
Ketiga, apa yang disebut kemesraan hanyalah sebatas saling menghormati kehadiran.
Keempat, kami berdua saling berlomba secara pisik n emosi dalam menggapai sesuatu.
Kelima, kami berdua cuma sebatas saling suka senang sayang butuh saja.
Cinta kami hanyalah semata kepada Allah SWT dalam mencari Ridha-Nya (klise yach?)
Keenam, selalu jaga wudlu' agar bisa senantiasa bertasbih tahmid takbir sebanyak mungkin sekuatnya kapan aja dimana aja bersama siapa aja. Dzikrullah aja.
(Klo kentut di atas bus kan bisa tayamum dari debu yang menempel di jendela)
Ketujuh, boleh memegang anggota badan dengan hormat sebatas menuntun saja.
Akhi, postur tubuh ana yang kuning mungil banyak yang bilang imoett ini
(boleh dong suka cita atas diri sendiri) Alhamdulillah Allah SWT bakal sandingkan dengan Aa
yang berpostur tinggi besar kayak anak gorila betis berbulu tapi jelas gak sekuat Samson apa bison. Tapi Alhamdulillah kuat kok klo sekedar nahan nafsu syahwati yang memang sejak remaja
kami lom pernah merasai ujicoba kenikmatannya selain nikmatnya kesehatan keremajaan.
Yang kami gak kuat klo kudu nahan lapar diatas bus yang tengah bergelundungan di toll.
Yang kami gak kuat klo harus jalan kaki berbasah kuyup kehujanan kehalte bus. Padahal begitu sampai ke Thamrin suasana terang benderang. Tentunya dong rame2 mengherani. Dijalan Allah SWT memang banyak tanjakan belokan n kerikil tajam ya kudu kuat dong. Hanya para pecundang saja yang bilang gak kuat coz seperti mencampur minyak ma air.
Afwan, ini cuma pendapat pribadi kok. Gak baca Aisha Cheung segala. Wassalam.
Last edited by nokdesi : 24 Aug 2005 at 11:39:42.
Wednesday, September 14, 2005
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment